TROMBOSITOPENIA
Trombositopenia didefinisikan sebagai jumlah trombosit kurang dari
100.000/mm3. Jumlah trombosit yang rendah diakibatkan karena berkurangnya produksi atau meningkatnya penghancuran trombosit. Namun,
umumnya tidak ada manifestasi klinis hingga jumlahnnya kurang dari 100.000/mm3
dan lebih lanjut dipengaruhi keadaan-keadaan lain yang mendasari atau
yang menyertai, seperti leukemia atau penyakit hati. (Patofisiologi,
Edisi 6, Price, Sylvia A. and Lorraine M. Wilson)
Penyebab utama trombositopeni diklasifikasikan sebagai berikut :
1.
Trombositopeni artifaktual
Pseudotrombositopenia,
Trombosit satelit, Giant Trombosit. Terjadi penggumpalan trombosit
setelah sampel darah diambil, terutama pada darah yang diberi antikoagulan
EDTA. Mesin penghitung trombosit menganggap ini sebagai penurunan hitung
trombosit karena banyaknya trombosit yang melekat jadi satu massa. Terdapat
satelit trombosit dan Giant trombosit. (lmu
Penyakit Dalam, Edisi VI, Persatuan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia)
2.
Penurunan produksi trombosit
- Imunologis : Auto
imun, Allo imun
- Non Immun :
Trombosis mikro angiophaty, Kerusakan trombosit karena abnormalitas permukaan
vaskuler.ijumpai pada segala kondisi yang mengganggu atau menghambat fungsi
sumsum tulang. Kondisi ini meliputi anemia aplastik, mielofibrosis, leukemia
akut, dan karsinoma metastatik lain yang mengganggu unsur-unsur sumsum normal.
Pada keadaan defisiensi, seperti defisiensi vitamin B12 dan asam folat,
mempengaruhi megakariopoiesis disertai dengan pembentukan megakariosit besar
yang hiperlobulus. Agen-agen kemoterapeutik terutama bersifat toksik terhadap
sumsum tulang, menekan produksi trombosit.
Jumlah trombosit mungkin turun. Sumsum tulang memprlihatkan
penurunan atau ketiadaan megakariosit. Mieloptisis. Bila metastase ke
sumsum tulang luas, seperti pada kanker payudara atau prostat, jumlah trombosit
menurun pada akhir perjalan penyakit. Trombositopenia akibat mieloptisis
biasanya hanya terlihat jika keterlibatan sumsum tulang yang luas dan
leukoeritoblastosis lazim dijumpai pada sediaan apus.
Kelainan Primer Sumsum Tulang. Penyakit mieloproliferatif kronis
niasanya menyebabkan trombositosis bukan trombositopenia. Pasien mielofibrosis
primer dapat memiliki jumlah trombosit normal, trombositopenia, atau
trombositosis. Leukimia akut leukimia limfositik kronis, multipel mieloma dan
retikuloendoteliosis leukemik dapat disertai trombositopeni penurunan produksi.
Infeksi virus menyebabkan penurunan produksi trombosit.
Trombositopenia ringan umum terjadi pada banyak penyakit virus. Infeksi bakteri juga penurunan produksi dan peningkatan
sekuestrasi pada sepsis. Selain itu, tiazid dan konsumsi alkohol dalam jumlah besar
dan terus-menerus dapat menyebabkan trombositopenia produksi berat yang akan
kembali normal dalam 7-10hari, mekanisme lain adalah defisiensi asam folat dan
hiperspkenisme sekunder akibat penyakit hati. Pada produksi trombosit tidak
efektif, yang pada keadaan berhubungan dengan megakariopoiesis tidak efektif,
megakariosit ada dalam sumsum tulang tapi produksi trombosit kurang baik,
contohnya defisiensi folat dan B12 dan akibat obat. Pada kelainan ini terdapat
pansitopenia klasik dengan hiperseluler sumsum tulang jelas, tapi secara
kualitatif abnormal. Produksi sel yang cacat menyebabkan penghancuran
sel-sel prekursor dalam sumsum tulang dan pelepasan trombosit, sel darah putih
dan sel darah merah ke perifer yang kurang baik.
3.
Peningkatan destruksi trombosit
Keadaan trombositopenia dengan produksi trombosit normal biasanya
disebabkan oleh penghancuran atau penyimpanan yang berlebihan. Segala
kondisi yang menyebabkan splenomegali dapat disertai trombositopenia, meliputi
keadaan seperti sirosis hati, limfoma, dan penyakit mieloproliferatif. Lien
secara normal menyimpan sepertiga trombosit yang dihasilkan, tetapi dengan
splenomegali, sumber ini dapat meningkatkan sampai 80 %, dan mengurangi sumber
sirkulasi yang tersedia. Trombosit juga dapa dihancurkan oleh produksi antibodi
yang diinduksi oleh obat atau oleh autoantibodi. Antibodi-antibodi ini
ditemukan pada penyakit-penyakit seperti lupus eritematosus, leukemia
limfositik kronis, limfoma tertentu, dan purpura trombositopenik idiopatik
(ITP).
OBAT PENGINDUKSI TROMBOSITOPENIA
Obat yang sering menyebabkan terjadinya trombositopenia :
· Antibiotik ( kloramfenikol, eritromisin, penisilin, sulfisoksazol,
tetrasiklin, kotrimazol)
·
Antikonvulsan (fenitoin,
fenobarbital, mefetinoin, karbamazepin)
·
Hipoglikemik
oral (tolbutamid)
· Obat-obat
anti inflamasi (aspirin,
kolkisin, senyawa emas, indometasin, fenilbutazon)
·
Antihipertensi
dan diuretik (klorotiazid, metildopa,
captopril)
· Antineoplastik (mekloretamin
hidroklorida, siklofosfamid, sitarabin, metotreksat, merkaptopurin,
hidroksiurea)
· Transquilizer (klorpromazin)
· Golongan
Quinine/Quinidine (Quinine, Quinidine)
· Heparin (Reguler unfractinated heparin, low molecular weight heparin)
· Gold salts
· Antimicrobials (Ciprofloxacin,
Chlaritomycin, Fusidic acid, Gentamicin, pennicilin ( Ampicillin,
Apalcillin, Methicillin, Meziocillin, Penicillin Piperacillin))
· Anti Inflammatory drugs
·
Diazepam
· Anti epiletic drugs :Carbamazepime, Phenytoin
· H-2 antagonis : Cimetidine, Ranitidine
· Anti Histamin : Antazoline, Chlorpeniramine
·
Illicite
drugs
: Cocain, Heroin, Qunine containment,
dan masih banyak
obat-obat lainnya. ( Hemostatis dan Trombosis, Ed 3; Patofisiologi, Edisi
6, Price,
Sylvia A. and Lorraine M. Wilson)
DAFTAR
PUSTAKA
v
Price,
Sylvia A. and Lorraine M. Wilson. 2006. Patofisiologi Konsep Klinis
Proses-Proses Penyakit Volume 2 Edisi 6. Jakarta : EGC
v
Sacher,
Ronald. A and Mcpherson, Richard.A. 2004. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium edisi
11. Jakarta : EGC
v
Persatuan
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi IV. Jakarta :
Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI

No comments:
Post a Comment